Generasi TCK Mencari Jati Diri Leluhur

  • Breaking News

    Wednesday, February 4, 2026

    Menteri Keuangan Suriah Paparkan APBN 2026


    Pemerintah Suriah bersiap mengumumkan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 2026 yang disebut-sebut akan menjadi salah satu yang paling ambisius dalam sejarah pascakonflik. Menteri Keuangan Suriah, Mohammad Yusr Barniyeh, menyatakan bahwa anggaran tersebut kini telah memasuki tahap akhir sebelum diumumkan secara resmi.

    Dalam pernyataannya di sela-sela KTT Pemerintahan Dunia di Dubai kepada CNBC Arabia, Barniyeh mengungkapkan bahwa APBN 2026 dirancang untuk merespons kebutuhan nyata ekonomi Suriah yang tengah berada dalam fase pemulihan dan restrukturisasi.

    Salah satu sorotan utama adalah besaran anggaran yang diproyeksikan meningkat tajam. Barniyeh menyebut APBN 2026 berpotensi mendekati tiga kali lipat dari anggaran sebelumnya, mencerminkan pergeseran besar dalam kebijakan fiskal negara.

    Peningkatan anggaran tersebut, menurut pemerintah, tidak bersifat seremonial. Fokus utama diarahkan pada sektor kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial yang selama bertahun-tahun terdampak langsung oleh konflik dan krisis ekonomi.

    Pemerintah menilai investasi di sektor-sektor tersebut sebagai fondasi pemulihan jangka panjang. Layanan kesehatan dan pendidikan diposisikan sebagai penggerak utama peningkatan kualitas sumber daya manusia Suriah.

    Di sisi lain, filosofi APBN 2026 juga menempatkan sektor swasta sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi. Pemerintah berupaya menciptakan iklim fiskal yang mendorong peran aktif pelaku usaha dalam rekonstruksi dan penciptaan lapangan kerja.

    Belanja investasi dipastikan mengalami kenaikan signifikan, terutama pada sektor-sektor prioritas yang dinilai mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian nasional.

    Barniyeh juga menyinggung kembalinya potensi sumber daya minyak dan pertanian sebagai penopang ekonomi negara. Namun ia menegaskan bahwa pemulihan penuh dari sektor-sektor tersebut membutuhkan waktu dan stabilitas berkelanjutan.

    Dalam konteks hubungan eksternal, pemulihan kepercayaan investor dan lembaga keuangan internasional menjadi agenda utama pemerintah. APBN 2026 dirancang untuk mengirim sinyal kehati-hatian fiskal dan komitmen reformasi.

    Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, pemerintah Suriah berencana menerbitkan instrumen utang negara di pasar domestik dan dalam mata uang lokal pada 2026.

    Meski demikian, pemerintah menegaskan tidak akan menerapkan pembiayaan defisit dan tidak akan meminjam dari bank sentral. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menjaga stabilitas moneter dan menekan inflasi.

    Sebagai bagian dari pengembangan pasar keuangan, pemerintah juga mengkaji penggunaan sukuk sebagai instrumen baru. Langkah ini diharapkan dapat menarik basis investor yang lebih luas.

    Penerbitan awal instrumen utang tersebut akan dilakukan secara terbatas. Pemerintah memilih pendekatan bertahap untuk menguji respons pasar sebelum memperluas skala penerbitan.

    Di sektor ketenagakerjaan, reformasi pengupahan menjadi agenda penting. Pemerintah mengusung pendekatan gradual dan terukur guna menyesuaikan kemampuan fiskal dengan kebutuhan aparatur negara.

    Undang-undang layanan sipil yang tengah disiapkan akan menjadi kerangka utama sistem penggajian dan remunerasi yang lebih terpadu di lingkungan pemerintahan.

    Kenaikan gaji tidak akan diterapkan secara menyeluruh. Pemerintah memprioritaskan sektor dan fungsi tertentu yang dinilai strategis dan memiliki dampak langsung terhadap pelayanan publik.

    Sektor kesehatan, pendidikan, dan pengajaran kembali menjadi fokus utama dalam kebijakan kenaikan upah. Pemerintah menilai peningkatan kesejahteraan tenaga di sektor ini sebagai investasi sosial.

    Barniyeh menegaskan bahwa peningkatan taraf hidup masyarakat tetap menjadi prioritas utama negara. Kebijakan fiskal diarahkan untuk memberi dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari warga.

    Dalam APBN 2026, pemerintah telah mengalokasikan sumber daya khusus untuk mendukung kenaikan gaji dan perbaikan layanan publik secara bertahap.

    Dengan proyeksi anggaran yang melonjak dan fokus reformasi yang luas, APBN 2026 dipandang sebagai ujian penting bagi kemampuan pemerintah Suriah menyeimbangkan ambisi pemulihan dengan kehati-hatian fiskal di tengah tantangan ekonomi yang masih besar.

    No comments:

    Post a Comment


    Galeri

    Ekonomi

    Budaya