Generasi TCK Mencari Jati Diri Leluhur

  • Breaking News

    Saturday, January 24, 2026

    Renovasi Rumah Suriah: Risiko Tanpa Standar Keselamatan

    Damaskus, Suriah – Setelah bertahun-tahun konflik, ribuan keluarga Suriah mulai kembali ke rumah dan desa mereka. Banyak dari rumah tersebut rusak parah atau hancur total. Sejumlah warga berinisiatif merenovasi rumah mereka sendiri atau menggunakan tukang lokal untuk memperbaiki kerusakan.

    Namun, banyak renovasi dilakukan tanpa standar keselamatan yang memadai. Warga sering kali mengabaikan prosedur teknis dan penyangga struktural, yang penting untuk menjaga kestabilan bangunan selama pekerjaan berlangsung. Akibatnya, risiko runtuhnya rumah meningkat secara drastis.

    Dalam beberapa bulan terakhir, tercatat sejumlah insiden fatal di Idlib dan Hama. Pada Desember lalu, atap rumah di Maarat al-Numan runtuh saat renovasi, menewaskan dua pekerja dan melukai beberapa lainnya. Insiden ini menyoroti bahaya nyata dari renovasi tanpa pengawasan profesional.

    Kasus lain terjadi di Kafr Nabudah, Hama, ketika rumah retak runtuh pada Oktober lalu. Empat warga sipil terluka, dua di antaranya kritis. Insiden tersebut menunjukkan bahwa setiap elemen bangunan yang tidak diperiksa atau diperkuat dapat menimbulkan malapetaka.

    Di Al-Habit, Idlib, seorang pemuda bernama Mustafa al-Ibrahim meninggal saat atap rumah yang sedang direnovasi runtuh di atasnya. Meskipun warga mencoba menolong sebelum tim pertahanan sipil tiba, ia meninggal karena pendarahan hebat.

    Menurut insinyur sipil Muhammad Haboush, penyebab utama runtuhnya rumah adalah kurangnya penyangga pada elemen yang rusak. Selain itu, evaluasi kerusakan yang tidak menyeluruh sebelum memulai renovasi juga menjadi faktor penting.

    Haboush menekankan bahwa penggunaan tukang atau bengkel yang tidak berpengalaman meningkatkan risiko. Banyak pekerja lokal tidak memiliki keterampilan atau pengetahuan untuk menangani rumah yang rusak parah, sehingga keselamatan penghuni dan pekerja terancam.

    Pentingnya penyangga struktural tidak bisa diabaikan. Elemen rumah yang retak atau rapuh harus diperkuat sebelum renovasi lebih lanjut. Penyangga memastikan bahwa bagian rumah lain tetap stabil selama pekerjaan berlangsung.

    Selain itu, sistem keselamatan yang memadai, termasuk penggunaan alat pelindung, perancah yang aman, dan prosedur pengangkatan material, sangat diperlukan untuk mencegah kecelakaan kerja.

    Haboush menekankan bahwa prosedur keselamatan harus diterapkan sejak tahap perencanaan. Setiap rumah harus dievaluasi oleh insinyur berpengalaman sebelum pekerja memulai renovasi, termasuk memeriksa struktur pondasi, dinding, dan atap.

    Jika prosedur ini diabaikan, rumah dapat runtuh sebagian atau seluruhnya. Bahkan getaran kecil dari mesin atau pengangkatan material bisa memicu keruntuhan jika penyangga tidak dipasang dengan benar.

    Ketiadaan standar keselamatan tidak hanya membahayakan pekerja, tetapi juga penghuni rumah. Runtuhnya struktur dapat terjadi kapan saja, bahkan setelah renovasi selesai, jika elemen penting tidak diperkuat.

    Selain risiko kematian dan cedera, renovasi tanpa standar keselamatan meningkatkan biaya. Kerusakan tambahan pada bagian rumah lain dapat terjadi jika satu elemen runtuh saat diperbaiki, memaksa warga mengeluarkan lebih banyak uang untuk perbaikan ulang.

    Haboush menekankan perlunya bengkel yang kompeten. Bengkel yang berpengalaman dapat memastikan setiap langkah renovasi aman, mulai dari pemasangan penyangga hingga pengecatan akhir.

    Pekerjaan renovasi tanpa pengawasan teknis sangat berbahaya. Setiap langkah harus diawasi oleh insinyur yang mampu menilai risiko dan menentukan metode kerja aman.

    Warga yang ingin merenovasi rumah disarankan untuk tidak meremehkan bahaya. Konsultasi dengan insinyur dan ahli struktur sebelum memulai proyek sangat penting untuk keselamatan semua pihak.

    Standar keselamatan juga harus mencakup penggunaan alat dan material yang tepat. Material murah atau alat yang tidak aman dapat meningkatkan kemungkinan kecelakaan fatal.

    Kesadaran masyarakat tentang prosedur keselamatan perlu ditingkatkan. Banyak warga belum memahami risiko renovasi rumah tanpa pengawasan teknis dan penyangga yang memadai.

    Pemerintah lokal dan lembaga sipil sebaiknya memberikan panduan dan supervisi untuk renovasi rumah pasca-konflik. Hal ini akan membantu mencegah insiden fatal dan memastikan pembangunan kembali kota berjalan lancar.

    Dengan penerapan standar keselamatan dan penyangga yang tepat, rumah-rumah yang rusak bisa diperbaiki dengan aman, melindungi pekerja dan warga, serta mempercepat proses pemulihan pasca-konflik.

    Akhirnya, keselamatan warga dan pekerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap proyek renovasi rumah di Suriah. Renovasi tanpa standar teknis dan penyangga yang memadai dapat berakibat fatal, bahkan setelah proyek selesai.

    No comments:

    Post a Comment


    Galeri

    Ekonomi

    Budaya