Generasi TCK Mencari Jati Diri Leluhur

  • Breaking News

    Monday, January 26, 2026

    Ekonomi Turki dan Saudi Kian Mendekat


    Perbandingan kinerja ekonomi Turki dan Arab Saudi selama tiga dekade terakhir menunjukkan dinamika menarik antara dua kekuatan ekonomi regional tersebut. Dalam kurun waktu 30 tahun, kedua negara mencatat pertumbuhan signifikan dengan karakter dan fondasi ekonomi yang berbeda.


    Pada 1995, produk domestik bruto Arab Saudi tercatat sebesar 143 miliar dolar AS, sementara Turki berada sedikit lebih tinggi di angka 169,3 miliar dolar AS. Perbedaan ini mencerminkan posisi awal Turki sebagai negara dengan basis industri yang relatif lebih matang.


    Memasuki tahun 2000, jarak ekonomi kedua negara mulai melebar. PDB Arab Saudi meningkat menjadi 188 miliar dolar AS, sedangkan Turki melonjak ke 274,3 miliar dolar AS, didorong ekspansi industri manufaktur dan perdagangan regional.


    Tren serupa berlanjut pada 2005. Ekonomi Saudi mencapai 329 miliar dolar AS, namun Turki melesat ke 506,3 miliar dolar AS, menegaskan posisinya sebagai salah satu motor industri di kawasan Eropa Timur dan Timur Tengah.


    Pada 2010, PDB Saudi tercatat 528 miliar dolar AS, sementara Turki mencapai 777 miliar dolar AS. Pada fase ini, Turki menikmati pertumbuhan pesat sektor industri, konstruksi, dan ekspor ke Uni Eropa.


    Lima tahun kemudian, pada 2015, ekonomi Saudi tumbuh menjadi 693 miliar dolar AS, sedangkan Turki berada di level 864,3 miliar dolar AS. Meski selisih masih ada, laju pertumbuhan Saudi mulai menunjukkan percepatan.


    Titik balik terlihat pada 2020. Arab Saudi mencatat PDB 767 miliar dolar AS, sementara ekonomi Turki justru turun ke 717 miliar dolar AS, dipengaruhi tekanan global dan gejolak internal ekonomi.


    Pada 2024, kedua negara kembali menunjukkan kebangkitan kuat. PDB Saudi melonjak ke 1.239 miliar dolar AS, sementara Turki mencapai 1.320 miliar dolar AS, menandai periode kedekatan ekonomi paling signifikan sepanjang sejarah modern keduanya.


    Data ini memperlihatkan pertumbuhan mencolok ekonomi Saudi dan jarak yang semakin menyempit dengan Turki. Bahkan, berbagai proyeksi menilai ekonomi Saudi berpotensi melampaui Turki dalam beberapa tahun mendatang.


    Ekonomi Turki secara struktural bertumpu pada sektor industri, yang menyumbang sekitar 20 persen dari total PDB. Selain itu, sektor konstruksi dan kontraktor Turki menempati peringkat ketiga dunia dalam jumlah perusahaan, setelah Amerika Serikat dan China.


    Turki juga dikenal sebagai salah satu pemasok utama produk tekstil dan pakaian ke Uni Eropa. Kualitas kapas dan industri tekstilnya menjadi keunggulan kompetitif yang telah terbangun selama puluhan tahun.


    Di sektor pariwisata, Turki konsisten berada dalam lima besar destinasi wisata dunia. Negara ini juga merupakan produsen utama hazelnut global, menambah variasi sumber devisa non-industri.


    Sementara itu, ekonomi Arab Saudi tengah mengalami transformasi struktural besar. Pertumbuhan tidak lagi hanya bergantung pada minyak, tetapi juga pada sektor pertambangan, pariwisata, industri, dan teknologi.


    Meski demikian, minyak tetap menjadi tulang punggung penting. Arab Saudi merupakan produsen minyak terbesar kedua dunia, dengan nilai penjualan tahunan melebihi 400 miliar dolar AS, setara sekitar 10 persen pasar global.


    Dari total ekspor Saudi sebesar 382,8 miliar dolar AS, sekitar 301 miliar dolar AS berasal dari sektor minyak atau 69 persen. Adapun ekspor nonmigas telah mencapai 81,8 miliar dolar AS atau 31 persen, menunjukkan pergeseran bertahap struktur ekonomi.


    Sektor pariwisata Saudi juga mencatat lonjakan signifikan. Pada 2024, pendapatan pariwisata mencapai 41 miliar dolar AS, didorong pembukaan sektor hiburan dan kemudahan visa.


    Ke depan, ajang Piala Dunia dan Expo diperkirakan akan mendorong lonjakan besar pendapatan pariwisata Saudi, dengan proyeksi menembus 200 miliar dolar AS dalam beberapa tahun mendatang.


    Industri utama Saudi meliputi petrokimia yang menempati peringkat ketiga dunia, gas alam dan turunannya, pupuk kimia, plastik, serta pertambangan emas, tembaga, dan fosfat.


    Di sisi lain, industri unggulan Turki mencakup otomotif dan suku cadang, baja dan besi, tekstil, serta industri pertahanan yang berkembang pesat dalam satu dekade terakhir.


    Nilai ekspor Turki pada 2024 tercatat sekitar 261 miliar dolar AS, sementara pendapatan pariwisata mencapai 61,1 miliar dolar AS. Dukungan lokasi geografis strategis dan maskapai nasional dengan armada terbesar di Timur Tengah menjadi keunggulan tambahan.


    Perbandingan ini menunjukkan bahwa Turki dan Arab Saudi menempuh jalur berbeda menuju kekuatan ekonomi, namun kini berada pada titik yang semakin berdekatan. Persaingan sekaligus peluang kerja sama di antara keduanya diperkirakan akan semakin menentukan peta ekonomi kawasan pada dekade mendatang.


    Baca selanjutnya

    No comments:

    Post a Comment


    Galeri

    Ekonomi

    Budaya